Jumat, 20 Mei 2011

Dampak Gigi Berlobang

Jika Anda pun punya masalah dengan gigi berlubang, sebaiknya segera lakukan langkah untuk mengatasinya sebelum menimbulkan masalah lain yang lebih serius.
Gigi bolong bisa jadi port d'entree (gerbang masuk) kuman. Kalo yg ringan2 giginya lama kelamaan bakal mati, lalu sakitnya malah hilang, tinggal dicabut aja.

Nah apa yg terjadi kalo kumannya menyebar?

Kalo menyebar ke bawah bisa timbul angina Ludovici or Ludwig's angina. Pasien bisa meninggal karena saluran napasnya tersumbat...


  • Kalau menyebar ke atas, bisa timbul sinusitis. Nah apa cuma berhenti sampai sini? Ngga, kumannya bisa menyebar lagi ke sinus kavernosus. Lokasi sinus ini di dasar otak tengah. Artinya, gampang menyebar ke otak. Efeknya apa? Bisa timbul kebutaan, stroke, abses otak, & radang selaput otak.
  • Kalo kumannya adalah Streptokokus grup A, bisa menyebar melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Pada akhirnya akan menimbulkan demam rematik, penyakit ginjal & penyakit jantung. 
    Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seperti dijelaskan oleh drg Gunarso Gunadi PhD (ortho), spesialis gigi dan mulut dari Dental Center Wisma Nusantara, Jakarta, kuman yang bersarang pada gigi yang berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. ”Kasus seperti ini cukup sering terjadi,” kata dokter gigi alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini. 
Penelitian juga menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi enzim tertentu yang mempercepat terbentuknya bekuan darah. Hal ini berpotensi mengeraskan dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Selain itu, bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini membuat aliran darah ke jantung, terhambat. Begitu juga dengan penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, tersendat. Jika ini berlangsung terus-menerus, jantung tak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang itu.

Gambaran tentang betapa berbahayanya kuman pada gigi berlubang juga tampak ketika seseorang akan menjalani pembedahan. Biasanya, pasien harus ‘membereskan’ masalah gigi, pada pasien yang hendak menjalani operasi jantung. 
Sebab, kalau masalah gigi itu tidak dibereskan dulu, dikhawatirkan penyakit jantung si pasien akan kambuh lagi setelah operasi nanti
Tak cuma penyakit jantung. Kuman pada gigi berlubang juga bisa bersarang di organ lainnya. Misalnya ginjal dan liver


Penyebab Gigi Bolong


Di Indonesia, penderita gigi bolong ternyata cukup banyak. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya gigi berlubang. Salah satunya adalah faktor makanan. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka kerap kali mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi dan lengket. Padahal, makanan seperti ini sangat buruk bagi kesehatan gigi dan gusi. 

Di zaman modern ini pula, kerap kali orang tak punya waktu untuk sekadar menyikat gigi setelah makan. Akibatnya, mereka hanya berkumur untuk menghilangkan aroma bau dari makanan yang baru saja mereka makan. Kebiasaan ini tidak baik, Sebab berkumur yang tidak dibarengi dengan menyikat gigi, selain tidak akan menghilangkan aroma bau mulut juga akan mengundang datangnya kuman yang selanjutnya akan merusak gigi dan gusi.

Adapun kuman yang kerap menjadi penyebab terjadinya lubang gigi adalah streptococcus mutans. Ini adalah kuman berbentuk bulat yang mudah tumbuh di dalam mulut. Setelah beberapa waktu, kuman ini akan menghasilkan cairan yang lengket dan menjadi media yang baik bagi tumbuh kembangnya kuman lain yang menyebabkan gigi berlubang.
Selain streptococcus mutans, ada pula staphylococcus. Yang disebut terakhir adalah kuman berbentuk batang yang menyertai kuman streptococcus mutans. Kuman-kuman ini biasanya tumbuh pada sisa-sisa makanan yang membusuk. Lambat laun, kuman akan bertambah banyak dan menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi

Nah, ketika gigi telah berlubang, apa yang sebaiknya kita lakukan? Pastinya, gigi tersebut harus dijaga dan dirawat lebih hati-hati. Untuk kasus yang lebih serius, gigi harus ditambal. ”Jangan lupa, periksakan gigi paling lambat enam bulan sekali. 

Untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain:
* Bersihkan gigi, gusi, dan lidah secara benar dan teratur. Gigi, gusi, dan lidah adalah tempat berkumpulnya kuman. Karena itu, perlu dibersihkan, namun tanpa menggunakan bahan kimia yang berlebihan.
* Segera menyikat gigi setelah makan.
* Jangan membiarkan sikat gigi dalam keadaan kotor dan basah.
* Luangkan waktu paling sedikit dua menit untuk menggosok gigi.
Menyikat gigi kurang dari dua menit, tidak ada gunanya.
* Sikatlah bagian paling belakang gigi, kemudian dilanjutkan ke semua permukaan gigi.





credits :
republika online

0 komentar:

Poskan Komentar