Selasa, 24 Mei 2011

MENABUNG ONGKOS HAJI DENGAN DINAR ?


Saya tertarik mencari tau tentang menabung ongkos naik haji dengan DINAR Emas
Saya jadi ingin tahu seluk beluk nya,
Inilah yang saya dapatkan dari hasil browsing

Hampir sebagian besar ummat muslim di Indonesia menabung dalam jangka waktu cukup panjang untuk berhasil berangkat haji. Sedikit demi sedikit menyisihkan dari keuntungan perdagangan, gaji sebagai karyawan, maupun hasil panen pertanian.


Beberapa ada yang menutup kekurangan, misalnya dengan menjual lahan pertanian, lalu kita masih harus menunggu 4 – 5 tahun untuk masuk quota. Dalam proses menunggu itu, bisa saja biaya haji naik lagi.

Haji adalah ibadah total, kita harus mengerahkan energi spiritual, juga fisik dan finansial. Biarlah kita menabung dengan cara yang baik dan menguntungkan, agar sisa waktu persiapan kita bisa diarahkan untuk persiapan spiritual dan fisik secara optimal.

Hampir setiap tahun, ONH (Ongkos Naik Haji), atau sekarang disebut BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) naik antara 7% – 10%.

Penyebabnya macam-macam : kenaikan harga pelayanan ibadah haji (biaya pemondokan, kesehatan dan transportasi) yang ditetapkan negara Arab Saudi, harga minyak (harga minyak mempengaruhi biaya avtur pesawat, sehingga mempengaruhi pula biaya tiket), serta kurs rupiah yang melemah terhadap US Dollar.
Yang terakhir ini penyebab paling menakutkan yang bisa memicu naiknya harga ONH hingga berlipat-lipat.

Tahun 1970 Ongkos Naik Haji hanya Rp 182.000.
Tahun 1988, hampir dua puluh tahun setelahnya, ONH adalah Rp 4.780.000
Pada 1998, ONH senilai Rp 8.805.000
Persis tahun berikutnya, 1999 – 2000, setelah terjadi krisis ekonomi besar yang melanda Indonesia dan dunia, biaya haji naik hingga Rp 21,5 juta.
Pada 2008, ONH menjadi 32.400.000.
Tahun ini, ONH sekitar Rp 34 juta.

Sebaliknya dengan menabung dalam Dinar emas, ONH terus turun. ONH dengan Dinar mengalami penurunan rata-rata 12%-20% per tahun.

Menabung dalam bentuk uang kertas menghadapi banyak ketidakpastian yaitu :
1. Kenaikan biaya layanan haji itu sendiri
2. Kurs mata uang rupiah terhadap mata uang lain, terutama US Dollar. Hampir seluruh komponen pelayanan haji tergantung pergerakan US Dollar.
3. Inflasi dalam negeri yang mempengaruhi naiknya harga komponen layanan haji

Di sisi lain, penguatan emas berkebalikan dengan memburuknya kondisi ekonomi. Berapapun tingkat kenaikan biaya haji, buying power Dinar emas terus menguat.
Jika ONH harus naik 10% sekalipun, Dinar emas yang naik hingga 25% per tahun tetap bisa melewatinya.
Bahkan se-ekstrim krisis 1997/1998 sekalipun, ketika ONH naik 3 kali lipat, daya beli emas naik hingga 4 kali lipat.

Ketika pada 1998 seorang dengan dana Rp 9 juta sudah siap berhaji ternyata harus gigit jari karena biaya haji naik tiga kali lipatnya, orang-orang yang menyimpan emas untuk biaya hajinya justru bisa berangkat haji bersama 1 orang lainnya.

Dengan memperhitungkan ONH dan pergerakan harga Dinar emas, mari kita perhatikan data historis tabungan haji dalam bentuk Dinar :

ONH tahun 1997 (sebelum terjadi krisis) : 97 Dinar (ketika itu harga Dinar adalah Rp 94.000)
ONH tahun 2000 : 70 Dinar
ONH Tahun 2003 : 50 Dinar
ONH Tahun 2007 : 30 Dinar
ONH Tahun 2010 : 22 Dinar (saat ini harga Dinar adalah berkisar Rp 1.500.000)

Situasi inilah yang menjadi dasar ‘shahih’nya fakta bahwa jika menabung dalam uang kertas, besar kemungkinan seumur hidup Anda tak akan bisa naik haji sama sekali.
Katakanlah seorang pekerja dengan penghasilan sangat minim, tapi sangat bersungguh-sungguh ingin berhaji dan menabung mulai tahun 1985 s.d 1999 (13 tahun), berhasil mengumpulkan Rp 9.000.000.
Akan tetapi pada tahun 1999 ONH naik berlipat 3, dari Rp 8,8 juta menjadi Rp 21,5 juta.

Dengan pola menyisihkan penghasilan yang sama dalam bentuk tabungan, bisa jadi hingga sekarang dia tak akan bisa berhaji, karena ONH telah mencapai Rp 34 juta.
Seandainya pada tahun 1998 dia ‘hijrah’ ke Dinar untuk hajinya, maka pada tahun ini dia bisa berangkat haji berempat.

Mengapa ? Karena dana Rp 8,8 juta pada tahun 1998 bisa membeli 97 Dinar.
Sementara saat ini, untuk berhaji hanya perlu 22 keping Dinar.
Bahkan Anda yang menabung dengan Dinar emas untuk haji, bisa meningkatkan kualitas hajinya.
Apabila trend harga Dinar emas insya Allah berlanjut, kita bisa pergi haji hanya dengan 10 Dinar saja pada tahun 2015 – atau ONH plus hanya dengan sekitar 20 Dinar saja.

Keputusan harus Anda ambil. Dengan Dinar – mata uang emas yang daya belinya tidak pernah rusak oleh inflasi maupun faktor nilai tukar, perencanaan haji Anda menjadi jauh lebih aman.
Catatan :
- Jamaah haji juga perlu biaya-biaya lain di luar ONH atau BPIH. Yaitu biaya bimbingan haji (jika masuk dalam rombongan/kafilah), perlengkapan haji, dan biaya yang ditinggalkan untuk kebutuhan keluarga selama berhaji
- Setidaknya dalam kondisi sekarang, perlu tambahan dana sekita Rp 10 juta di luar BPIH
- Tambahan biaya ini juga perlu diperhitungkan dalam merencanakan / menabung untuk haji

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak saya tentang Dinar Emas24k, yang jawabannya saya dapat dari http://dinaremas24k.org/?page_id=5

1. Apakah DinarEmas24k itu ?
Yang dimaksud DinarEmas24k adalah koin emas seberat 4.25 gram yang memiliki kadar 24 karat atau 99.99% fineness. Dan saat ini di Indonesia hanya PT Antam yang mampu memurnikan emas mencapai 99.99% yang telah memperoleh pengakuan di dunia internasional.

2. Apakah DinarEmas24k sama dengan Dinar Irak yang marak beredar saat ini?
DinarEmas24k sama sekali berbeda dengan Dinar Irak. Dinar Irak hanyalah mata uang negara Irak yang tidak memiliki nilai intrinsik. Sedangkan DinarEmas24k memiliki nilai intrinsik yang diakui oleh orang-orang seluruh dunia.

3. Mengapa harga DinarEmas24k lebih mahal dari harga dinar emas lain?
DinarEmas24k memiliki kadar 24 karat atau 99,99%. Sedangkan harga dinar emas lain berkadar kurang dari 24 karat.

4. Bagaimana menentukan keaslian DinarEmas24k?
DnarEmas24k selalu dilengkapi sertifikat dari Logam Mulia (Unit Bisnis PT Antam). Selain itu tidak ada logam mulia lain yang mempunyai berat DAN dimensi sama jika dibuat menjadi dinar. Artinya jika kita membuat dinar yang kadarnya kurang dari 24 seberat 4,25 gram maka bentuknya pasti lebih besar. Begitu juga jika memiliki bentuk yang sama, maka dinar yang bukan 24k akan memiliki berat yang lebih ringan.

5. Siapa yang mengendalikan fluktuasi harga DinarEmas24k?
Harga DinarEmas24k mengikuti fluktuasi harga emas dunia dalam bentuk US$, Euro, dsb yang menyebabkan harga DinarEmas24k dipengaruhi juga oleh pergerakan rupiah relatif terhadap mata uang negara-negara lain.

6. Apakah Harga DinarEmas24k selalu berfluktuasi seperti harga emas?
Meskipun harga dinar juga berfluktuasi, namun untuk memudahkan dalam proses traksaksi, harga DinarEmas24k akan diupdate berdasarkan harga dasar yang dikeluarkan PT Antam.

7. Apakah harga DinarEmas24k akan selalu naik?
Karena berfluktuasi mengikuti harga emas dunia, DinarEmas24k mengalami naik turun untuk jangka pendek. Namun demikian untuk jangka panjang harga emas hampir dipastikan naik. Sudah sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu emas mengalami kenaikan 25-50%/tahun meskipun juga mengalami koreksi namun pada akhirnya tetap akan kembali ke angka semula bahkan akan terus naik lagi dan tentu saja akan berimbas pada harga DinarEmas24k.

8. Apakah saya akan mengalami kerugian jika harga emas turun drastis?
Jika harga emas turun anda tetap tidak akan rugi. Mengapa? karena kekayaan anda sebenarnya tidak berubah. Emas adalah barang riil dimana jika terjadi penurunan harga emas, maka tetap saja anda akan dapat membeli barang-barang yang dapat dibeli sebelum kenaikan harga dengan selisih yang tidak terlalu signifikan. Misalnya anda memiliki 1 DinarEmas24k, dimana saat ini seharga seekor kambing maka jika terjadi penurunan harga Emas Dunia, DinarEmas24k anda akan tetap seharga seekor kambing. Jadi pembanding yang tepat adalah barang riil yang lain, bukan mata uang yang nilainya adalah kosong.

9. Jika saya membeli DinarEmas24k, apakah stoknya selalu tersedia?
Secara jujur, kami tidak dapat menjamin ketersediaan stok karena tingginya minat masyarakat terhadap DinasEmas24k. Tapi kami berusaha selalu ready stok kapanpun pembeli ada yang tertarik datang ke kami.

10. Kemana DinarEmas24k akan saya jual jika membutuhkan uang cash?
Karena DinarEmas24k bernilai emas, maka anda dapat menjualnya di toko emas mana saja di seluruh dunia. Apalagi DinarEmas24k disertai sertifikat keaslian dan kemurnian dari PT Antam yang berstandart internasional. Namun demikian kami dapat pula melakukan buy-back sebatas kemampuan yang kami miliki agar konsumen DinarEmas24k memperoleh harga yang memuaskan.

11. Dimana saya dapat menyimpan DinarEmas24k?
Untuk jumlah kecil saya sarankan cukup disimpan di rumah layaknya anda menyimpan perhiasan. Namun untuk ketenangan Anda, Dinar dapat disimpan di Safe Deposit Box di bank dengan harga yang cukup terjangkau mulai Rp.150.000/tahun. Selain itu juga dapat dititipkan di pegadaian dengan tarif sekitar Rp.10.000/bulan untuk setiap 100gr (23,5 dinar).

12. Jika saya membeli Dinar Emas di www.DinarEmas24k.com, namun dikemudian hari tidak beroperasi lagi atau bangkrut, kemana DinarEmas24k bisa saya jual?
Karena anda memiliki barang yang bernilai riil, seperti halnya kambing, tanah, dan sebagainya, maka anda tidak perlu khawatir dengan DinarEmas24k anda. Meskipun anda melancong ke luar negeri sekalipun maka DinarEmas24k anda tetap akan ada toko emas yang mau membeli DinarEmas24k anda sesuai dengan harga emas yang berlaku saat itu.

13. Bagaimana zakat harta atas DinarEmas24k?
Zakat Maal (Harta) yang menjadi patokan nishab (batas wajib zakat) yang sebenarnya adalah dinar. Jika anda telah memiliki 20 Dinar dan telah menyimpannya selama 1 tahun maka anda telah menjadi wajib zakat sebesar 2,5%.


http://investasi.cianjur.tv/2011/04/20/cara-baru-nabung-onh-pilihlah-emas/

0 komentar:

Poskan Komentar